eligible oh eligible

Dalam mimpi saya yang sedang bermimpi, saya bertemu dengan adiknya teman saya. Oh bukan..pokoknya saya seperti mengenal dia. Karena dirinya merasa sungguh sangat muda, dia memanggil saya Om. Perempuan. Nama depannya  Sin dengan nama keluarga  yang tidak boleh saya sebutkan  di sini. Sin memang agak sial sebab orang tuanya tak pernah mengerti bahwa Sin adalah frasa Inggris dengan terjemahan  Indonesianya dosa. Anyway suatu saat saya akan bahas namanya ini lebih panjang lagi.  Yang saya mau cerita di sini adalah tentang mimpi berlapis saya tadi malam.

Sin bertanya kepada saya, “Om, gimana caranya milih istri?”

“Hush, Aku belum beristri. Nggak tahu kali!”

“Tapi kan, Om. Paling tidak pernah  baca buku, atau dengerin ceramah Aa, atau Apalah gitu.”

Dia ngotot. Lalu saya carikanlah sumbernya di paman Google tercinta. Ketemulah saya dengan salah satu website yang menulis tentang hal tersebut, adalah sebuah terjemahan dari salah satu buku yang ditulis ulang pada suatu laman.

Maka saya bilang kepadanya , “Ini dia, Nduk”. Gara gara dia manggil saya “Om” yang seharusnya Cak atau Mas, atau Kakak, maka saya panggil di Gendhuk (Panggilan untuk anak perempuan di Jawa).

“Dengerin baik-baik saya bacakan, inilah dia caranya memilih istri. Eh omong-omong  untuk apa sieh nanya-nanya”

“Udahlah Om….Lanjut!”

“Okey…Jadi ini”

Quote-

Pertama, yang paling penting di antaranya, adalah kesucian akhlak. Jika seseorang mempunyai istri yang berakhlak tidakbaik dan ia tetap diam, ia mendapatkan nama jelek dan terhambat kehidupan keagamaannya. Jika ia angkat bicara, hidupnya menjadi rusak. Dan bila ia ceraikan istrinya, ia akan menderita kepedihan perpisahan. Seorang istri yang cantik tapi berakhlak buruk adalah bencana yang sedemikian besar, sehingga lebih baik bagi suaminya untuk menceraikannya. Nabi saw. bersabda; “Orang yang mencari istri demi kecantikannya atau kekayaannya akan kehilangan keduanya.”

Sifat baik kedua dalam diri seorang istri adalah tabiat yang baik. Istri yang bertabiat buruk - tidak berterima kasih, suka bergunjing atau angkuh - membuat hidup tak tertanggungkan dan merupakan halangan besar untuk menjalin kehidupan takwa.

Sifat ketiga yang harus dicari adalah kecantikan, karena hal ini akan menimbulkan cinta dan kasih sayang. Oleh karena itu, seseorang mesti melihat seorang wanita sebelum mengawininya.  Orang bijak berkata bahwa seseorang yang mengawini seorang wanita tanpa melihatnya lebih dulu, pasti akan menyesal kelak. Memang benar bahwa seseorang tidak seharusnya kawin demi kecantikan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa kecantikan mesti dianggap tidak penting sama sekali.

Hal penting keempat tentang seorang istri adalah bahwa besarnya mahar dibayarkan oleh seorang laki-laki kepada istrinya mesti dalam jumlah pertengahan. Nabi saw. bersabda: “Wanita yang paling baik untuk diperistri adalah yang maharnya kecil dan nilai kecantikannya besar.” Beliau sendiri memberi mahar kepada beberapa calon istrinya sekitar sepuluh dirham, dan mahar putri-putri beliau sendiri tidak lebih daripada empat ratus dirham.

Sifat-sifat lain yang harus dimiliki seorang istri yang baik adalah: berasal dari keturunan baik-baik, belum kawin sebelumnya dan tidak terlalu dekat dalam hubungan kekeluargaan dengan suaminya. -End quote

“Jadi itu..Nduk syarat-syaratnya menjadi istri Om… Oh maksudku  calon istri yang eligible”

“Jadi harus cantik, baik akhlaknya, dan dari keturunan baik-baik..ermmm!?”

“Halah, dengerin yang baik toh, Nduk. Cantik itu penting tapi bukan pertimbangan utama”

“Kayak politikus ajah si Om ini”

“Bukan emang begitu, kalo menurutku, ya. Yang terutama adalah Behave -akhlak-”

“Okey ..Tapi, btw btw..Om ini sudah calon suami yang eligible blom, ya..?”

“HUSH……..”

Terbangunlah saya dari tidur.

************

Hbrg. 291108

Fiksi dengan Quote dari “Kimia Kebahagiaan” karya Imam Al-gazhali

lagi-lagi nama

Tadi pagi, saat menerima email dari sebuah conference tentang abstract yang saya kirim, saya kembali menemukan hal yang lucu dan tak bisa dijelaskan. Asal muasalnya cuman satu, yaitu nama saya yang cuman satu kata. Lalu untuk menyesuaikan dengan system mereka saya mendouble nama saya itu, jadinya seperti kata ulang. Hal itu saya lakukan selama ini ketika mengisikan data dalam hal-hal yang resmi. Seperti banyak diketahui family name itu mutlak di luar Indonesia (kali?) jadi kalo enggak ada ya harus ada. Dan kalo nama kamu seperti nama saya “single”, maka cara termudah adalah mendoublenya. Meskipun dalam kartu credit atau kartu debit saya masih bisa menggunakan satu nama.

Kembali ke email saya pagi tadi, dari panitia conference itu. Ketika saya baca rewiernya menulis kayak gini.

Accept. Pleace check the first name of the author

Ya cuman begitu reviewnya, lagi-lagi nama saya bermasalah. Padahal saya pikir reviewernya bakalan menulis kritik mengenai isi dan sebagainya. Kejadian ini bukan yang pertama, Dulu waktu saya mendaftar sesuatu, panitianya ngirim kayak gini.

Are you sure this is your name

dan saya jawab apa…

Yes it is, I am sure..because…

Jadilah saya pidato budaya. Then, keknya saya perlu menambah nama seperti yang saya lakukan untuk laman gaul saya di FB :). Maka cobalah saya yang setengah pengangguran ini mencari di google, kira-kira seberat apa menambahkan nama keluarga, dan tentunya mendapat pengakuan hukum. Hasilnya tidak banyak. Namun, saya menemukan yang lebih lucu lagi, adalah nama bocah inggris yang mengklaim punya nama terpanjang. Bocah itu bernama:

Captain Fantastic Faster Than Superman Spiderman Batman Wolverine Hulk And The Flash Combined

By the way, katanya dia mau mendaftarkan dirinya ke Guinness Book of Records sebagai pemilik nama terpanjang dan menyaingi nama ini.

Rhoshandiatellyneshiaunneveshenk Koyaanisquatsiuth’ Williams

Okelah, nama yang bagus. But, hayo siapa yang mau ngapalin nama diatas, bakalan dapet coklat gratis dari saya :)
Tapi si “Captain Fantastic bla bla tadi..” takut bersaing dengan bocah dengan nama dibawah:

Autumn Sullivan Corbett Fitzsimmons Jeffries Hart Burns Johnson Willard Dempsey Tunney Schmeling Sharkey Carnera Baer Braddock Louis Charles Walcott Marciano Patterson Johansson Liston Clay Frazier Foreman Brown.

Jadi kayaknya satu nama lagi ( yang saya butuhkan itu) udah habis dipakai sama si bocah ini deh :) LOL

w…

simple-sederhana, dan ya seperti itu…

Agak mengherankan juga memang bahwa hidup ini, termasuk hukum hukumnya bisa diformulasikan dalam suatu , prinsip, bentuk, atau pengertian yang hanya sederhana. Contoh yang paling terkenal adalah E equal to m time c kuadrat-nya Einstein. Energy setiap benda setara dengan massanya dikalikan kuadrat dari kecepatan cahaya. Simple. Konsekuensinya bukan main luar biasa, bisa menghancurkan Nagasaki dan Hiroshima dan menjadikan Amerika bangsa yang angkuh sampai sekarang. Tapi sebagian kalian mungkin tidak akan mengira bahwa untuk menurunkan (menghasilkan) persamaan itu, bukannya sesuatu yang mudah. Kalau tidak percaya pergilah ke sini. :), dan rasakan betapa tidak nyamannya upaya memahami sesuatu yang (sesungguhnya) tidaklah sangat complex itu.

Selain equation itu, masih banyak juga dalam fisika dimana kerumitan jika berhasil dipahami  sesungguhnya adalah kesederhanaan. Jadi kerumitan pada dasarnya adalah kesederhanaan yang belum diketahui. Atau dengan kata lain, kerumitan sering ditemukan dalam upaya memahami. Kalau sudah mengerti dan paham, paling arek suroboyo kayak saya akan bilang “Eh..ngono tok, toh”. Atau lebih ke barat “Hah, cuman gitu ajah”.

Okey sejenak saya akan pindah ke cerita tadi siang, di mana saya sholat Jumat di suatu masjid Turky (bukan di Turky :))… Sekitar dua tahun yang lalu saya merasa masjid itu tidak seramai saat sekarang. Iya, Sekarang ini sangat ramai sekali. Begitu ramainya sampai seringkali para lelaki harus menggusur (menggunakan) tempat yang seharusnya digunakan beberapa remaja perempuan…(entah untuk apa remaja itu berada di situ  pada jumat siang).

Ada dua hal yang menarik di sana: Pertama, tentu berkait kenapa jumlah jamaahnya semakin banyak; menyangkut hal ini saya mengajukan dua kemungkinan alasan yaitu: banyak orang tobat atau bertambahnya pemeluk islam. Mana yang menjadi alasan utama tentu saya tidak tahu pasti. Jadi, mari melangkah saja ke hal menarik berikutnya.

Adalah, dari sebuah experiment pikiran. Coba bayangkan kalo Tuhan juga mewajibkan perempuan untuk sholat Jum’at. Pasti masjid itu bakalan lebih ramai, tidak akan muat. Oke sekarang kita bawa bayanyan seperti itu ke Indonesia. Coba bayangkan kalau perempuan juga diwajibkan sholat jum’at apa yang terjadi di masjid-masjid pada jumat siang. Apa yang terjadi dengan Mall (Kasihan kan para pelanggan kalo mall harus tutup pada jumat siang..LOL). Tidak.  Lebih utama tentu soal betapa tidak efectivenya masjid yang tentu harus cukup besar, tapi hanya digunakan jumat saja.

Jadi, kenapa perempuan tak diwajibkan sholat jum’at?. Alasan sesungguhnya jelas milik Allah. Tapi dalam frame pikiran manusia bukannya simple sangat. Sederhana saja! Itu  mempermudah manusia sendiri. Effectiveness. (may be you have other arguments, hadist atau lainnya which is I dont know, I am happy if you could send me)

“Bagaimana dengan hak perempuan untuk sama di muka Tuhannya, Jumatan saja perempuan tak diwajibkan, kok pilih kasih sekali rasanya ya!”

Bukannya complicated sekali pernyataan di atas ya. Padahal sesunguhnya sesederhana yang saya duga di atas. Ya lebih efektif dunk (titik). Hal-hal yang seperti ini analog sekali dengan dengan persamaan fisik E=MC2 tadi, dimana sesuatu yang complicated sebenarnya adalah sangat sederhana juga. Tergantung berhasil apa tidak kita menemukan kesederhanaan itu, memahami kesederhanaan itu. Jika berhasil, I personally beleive that life is actually so simple.

Contoh lain yang berkait adalah (misalnya) masalah poligami.

simplenya : Jika kalian bisa adil (wahai para  lelaki yang baik) kalian boleh menikah lebih dari satu, jika tidak, ya satu saja. (titik).

Apa yang complicated  di situ. :))???

salam

w…

dan mereka

Mereka bertemu kembali. Sudah empatpuluh tahun.

“Aku paham tentang kamu sejak empatpuluh tahun lalu ditambah lima”

“Aku juga”

“Tapi aku hanya mau mengetahui apa yang ingin aku ketahui”

“Tidak berbeda denganku”

“Ya kita sama-sama menyukai kegelapan”

“Lebih tepatnya, suka melihat gelap daripada terang”

“Aku selalu melihatmu salah”

“Dulu kamu selalu kurang tepat, paling tidak bagiku”

“Ah! aku lupa tentang uang yang kau pinjamkan”

“Harus kuakui,  hanya darimu aku belajar bagaimana caranya tidak menangis sepanjang malam”

“Terima kasih untuk kiriman lagu itu”

“Masih suka nonton film horor?”

“Tidak lagi, sejak para pembajak takut menjual DVD”

Dan mereka mulai membicarakan  kebodohan sendiri. Bagaimana cara tepat memahami, sahabat?  Keduanya tidak mengerti benar. Salah satu dari mereka berkata

“Tapi apalah fungsi  semua itu?”

“Masa lalu tampak bodoh dalam bungkusnya-lelucon?”

“Biarkanlah”

Mereka bersepakat.

“Kini aku melihat bagian terangmu saja, lihat sendiri selainnya”

“Ya! dan aku tahu hari ini aku lebih  baik”

Salah satu dari mereka mengangguk. Sama dengan mereka empatpuluh tahun yang lalu. Mengangguk untuk suatu yang berbeda.

“Lebih baik kita berpisah, di sini!”

“Baiklah”

“Okey.”

“Oh iya, kalau begitu kita tidak usah bertemu lagi, sampai kapan pun”

#

pada akhirnya, jangan jatuh cinta

Ketika itu ada dua pemuda , umurnya dua puluhan, sedang duduk di sebuah bangku taman tempat mereka belajar tentang suatu mata kuliah yang sulit. Mereka berdua hampir putus asa, tapi ada senior datang ke meja mereka, adalah senior yang sudah bekerja di perusahaan multi nasional yang lagi liburan. Petuah yang teringat..work hard and you will happy at the end. Kedua mahasiswa itu tak tanpa sadar terobsesi oleh…you will happy at the end..karena kerja keras akan menghasilkan karir bagus…karir yang mulus adalah multinational atau perusahaan national yang yang terkenal, bonafit, banyak orang pintar di sana (meski pintar mungkin hanya soal nasib baik), kuliah luar negeri.

Pada malam ini, setelah lelah baca berita-berita politik, one those students stuck at this news.

Burhanuddin Abdullah, enam puluh tahun lebih, karir yang mencengangkan sarjana pertanian, kerja di Unilever, master di Amrik, lalu kerja di IMF dan pada akhirnya jadi pejabat kelas atas BI, recently, gubenur BI dan kini ia menghadapi 8 tahun tuntutan penjara..simply karena keputusan yang salah” di sini

Ya, tentu saya tidak tahu apakah pak Burhanudin lagi bahagia dengan tuntutan itu, dalam ukuran saya tua dalam penjara adalah tidak menyenangkan. Apalagi setelah karir ynag setinggi bintang, simply seperti meminum jamu pahit setelah pesta minum sari buah.

Dan tidak hanya sedikit, banyak manusia yang jatuh pada jalur yang sama. Kesuksesan masa muda tak menggambarkan sepenuhnya akhir cerita.

Sepertinya bagi manusia harus ada hal lain setelah; karir yang bagus, jabatan tinggi, nama harum di koran nasional, nasib yang selalu beruntung.

seuatu yang rumit untuk dijaga, yaitu tidak terlalu jatuh cinta pada semua itu.

salam

w…

memahami, mengerti atau mengetahui atau?

Mungkin agak klasik, atau agak umum dijumpai bahwa ada suatu pendapat; keberagamaan seseorang i.e. pernyataan seseorang menganut agama, atau percaya Tuhan tidak serta merta berbuah pada perilaku. Maka sering kali arahnya, atau jawaban kita adalah mereka (some of them) tidak memahami maksud dari keberagamaan itu. Lalu ada juga kasus dimana pengetahuan agama seseorang tidak berbanding lurus (atau exponential?), tapi malah mengarah pada perbandingan terbalik. Entahlah tidak serta merta menjadi pasti apakah hal seperti itu benar adanya atau itu hanya media saja yang terlalu bersuara. Maka Saya tidak akan bertanya tanya kenapa bisa terjadi seperti itu atau apa solusinya tapi saya lebih tertarik ke perbedaan kata memahami, mengerti atau mengetahui, yang insyaallah berhubungan sekali dengan yang saya maksud dengan ke-Tuhanan tadi.

Namun sebelumnya lebih baik saya mengucapkan terimakasih lebih dahulu kepada diknas yang membangun situs ini.

Jadi inilah kutipan arti dari kata

me·ma·hami v 1 mengerti benar (akan); mengetahui benar: ia ~ bahasa dan kebudayaan Arab; 2 memaklumi; mengetahui: pemimpin harus dapat ~ kehendak rakyat;

er·ti n arti;
meng·er·ti v (telah dapat) menangkap (memahami, tahu) apa yg dimaksud oleh sesuatu; paham: rupanya ia tidak ~ maksud perkataan itu; berkali-kali diajar, belum ~ juga;

me·nge·ta·hui v 1 memaklumi; menyaksikan; tahu akan: kami belum ~ apa sebabnya dia tidak datang; 2 tahu dng menilik ciri-ciri (tanda-tanda dsb); mengenal: saya ~ Ali dr suaranya; 3 menyadari; menginsafi: dia belum ~ bahwa pencuri itu sudah berada di kamarnya;
tidak ~ daratan lagi, ki
tidak sadar lagi;

Jadi saya dapat make a concluding remarks bahwa memahami itu adalah mengerti suatu maksud, dan mengerti suatu maksud mempunyai atribute pengetahuan, dan pengetahuan dibangun dari pengalaman. Urutannya menurut saya begini.

mengalami–>mengetahui–>mengerti–>memahami

Di sana dapat dilihat bahwa, pengalaman adalah atribut penting dalam pemahaman. Yang kedua pengetahuan diperlukan agar seseorang bisa mengerti tentang pengalaman yang telah didapat. Mungkin di sinilah pentingnya, atau fungsinya atau manfaatnya beribadah itu, mencari suatu pengalaman. Tetapi menurut saya lagi pengalaman tidak serta merta dari ibadah down-up kepada Tuhan saja, melainkan pengalaman pengalaman lain dalam hidup termasuk pengalaman bertemu, bergaul dengan variasi karakter.

Melihat keterkaitan antara pengalaman dan pemahaman, dapat juga diduga bahwa pengalaman, atau pengetahuan seseorang tidak serta merta berbuah pemahaman. Seperti banyak diketahui bahwa pengalaman lebih berasosiasi ke action (tindakan) maka gagal memahami berarti tidak berhasil membuat suatu actian berdasarkan pemahamannya.

So, pengalaman yang luas, pengetahuan luas, pengertian yang luas, tidak serta merta menjadikan seorang  berperilaku baik (gagal memahami). tapi juga pemahaman tidak serta merta didapat tanpa pengetahuan dan pengalaman.

Jadi sepertinya siklus berlangsung juga dalam hal ini. Dan semoga kita bukan bagian dari orang yang gagal memahami tadi.

salam

w…

tawuran dan apa kata mereka?

Kemarin sempat chat sama seorang teman, dan seperti biasa saya bertanya bagaimana khabarnya. Dan seperti biasa juga ia akan menjawab dalam kondisi baik, maka kami bergeser membicarakan masalah lain. Sesuatu yang sesungguhnya tidak mengherankan saya i.e. “tawuran” yang banyak terjadi sekarang, meski sekarang adalah bulan R. Lalu saya mengecek situs-situs berita, dan saya temukan judul online news semacam ini;

“Usai Tarawih, Warga Tawuran”

Kalau mau membaca beritanya (sebenarya bukan berita) bisa disini

Ada dua point disini yang menurut saya penting untuk dipikirkan baik-baik, pertama judul berita yanng pertama “usai tarawih, warga tawuran”. Saya menduga most of us akan berpikir bahwa, dari kalimat ini bisa ditarik pertanda secara cepat bahwa;

  1. Semua peserta tawuran adalah orang orang yang telah selesai melaksanakan sholat tarwih
  2. Jika usai tarawih hanya sebagai penanda waktu, kenapa tidak menggunakan “usai waktu tarawih” sebab usai tarawih means sesuatu yang aktif, ada subjectnya yaitu dalam hal ini adalah orang-orang yang tarawih.

Pada point 2, dapat dilihat penulis mengunakan frame time pembaca, dan kesannya seakan-akan semua peserta tawuran adalah orang-orang yang habis melakukan sholat tarawih, Which is kondisi seperti itu tidak terklarifikasi.

Judul yang lain yang hampir mirip adalah

“Habis Sahur, Tawuran di Jakarta Barat”

Lalu dapat di garis bawahi di sini adalah, penulis berita itu mendapatakan respon sesuai yang diinginkan, coba lihat komen pembaca berita itu. saya ambil contoh satu komen

“Aneh, apa ya didoain selama tarawih… sedih banget, habis beribadah dah tawuran…katanya mau nyucikan ramadhan. Ironis banget warga bangsaku ini. Ampuni kami ya Allah”

Dari komen itu dapat saya ambil beberapa  hal penting bahwa penaruh komen itu bertanya “apa yang didoakan selama tarawih” dimana pernyataan seperti menyimpan suatu under estimasi,  kalau enggak retorik !? terhadap fungsi terawih. Dimana hal tersebut medekonstruksi banyak pemikiran orang bahwa tarawih akan memberi berkah pada mereka. Dimana dekonstruksi seperti itu sangat berbahaya.

Kedua, penulis komen, meng-under estimate kan bangsa sendiri, tapi menaruhnya penuh generalisasi, jadi menganggap bahwa bangsa ini benar-benar ironis meski ramadhan, which is tidak selamanya benar.

Kesimpulan saya adalah, bahasa pers itu benar benar penuh maksud, meski mungkin tidak dikehendaki oleh penulisnya, namun secara sistematis akan membentuk frame berpikir seseorang terhadap suatu masalah. Dan berita berita itulah yang membangun karakter banyak orang. Percaya atau tidak.

salam
w…

apakah golput sama dengan do nothing?

Sekarang ini memang agak confusing melihat gaya, suasana atau apapun
namanya yang berhubungan dengan politik. Maka wajar jika beberapa orang
langsung kehilangan mood kala membicarakan masalah politik. Effectnya kemudian adalah seorang pribadi merasa tidak ada sangkut pautnya dengan dunia politik, meski secara sah memiliki KTP, yang diakui atau tidak adalah representasi kehidupan politiknya. Apalagi jika melihat sejarah, dan perilaku orang orang yang berpolitik di negara kita, yang agak sulit dikatakan
memperbaiki, membangun atau mengutamakan kepentingan rakyat yang
merupakan basic/fundamental idea why it is called politic.

Sehingga pemilihan umum yang dilakukan seringkali terdapat apa yang sering kita sebuat sebagai golput (golongan putih?) atau golongan yang tidak
memilih. Jangan salah juga kalo mengganggap jumlah dari penduduk yang
melakukan golput itu rendah, kadang jumlahnya bisa sangat tinggi
melebihi 30%, pilkada di Jatim baru-baru ini mencatat 40% jumlah
pemilih adalah golput.

Tenang saja, saya adalah langganan golput. However, now i am thinking, what I was doing is right or not?
Dulu, saya dan beberapa teman yang juga sealiran dengan saya beralasan
bahwa golput juga pilihan, adalah pilihan untuk tidak memilih. Pilihan
itu akan memberikan konsekuensi pada saya untuk tidak merasa
bertanggung jawab terhadap partai, kelompok, atau orang yang saya pilih
jika nanti mereka melakukan hal-hal (kebijakan) yang tidak baik di muka
bumi Indonesia. Hal tersebut karena sulitnya mengakses niat, benar atau
tidaknya mereka membela rakyat, maka putusan yang paling baik dan benar
saat itu adalah golput…

Lalu saya bertanya pada diri sendiri, apa benar ketika saya golput artinya saya benar-benar tidak memilih, tidak berbuat apa-apa, tidak punya tanggung jawab apapun, kind of…do nothing?

Jawabannya ternyata tidak. Ketika tidak memilih artinya saya
sedang memilih untuk memberikan peluang menang atau kalah pada satu
golongan. Take example, Yang paling mudah adalah pilihan kepala desa,
assume bahwa jumlah pemilihnya adalah 100 orang. Ada dua kandidat.
Aturannya, siapa yang mendapat suara yang terbanyak itu yang menang.
Jika saya tidak memilih maka jumlah pemilih menjadi 99 orang. Misal
pemenangnyanya adalah si A yang mendapatnya suara 50 suara. Jika saya
memilih dan memilih si B mereka seri, maka akan dilakukan pemungutan
suara ulang. Di sini terlihat saya menghalangi si A menang jika saya
milih (sebab jika saya tidak memilih si A sudah menang).

Jika jumlah orang yang golputnya banyak di desa itu misal 30 orang(30%),
maka jumlah yang pemilihnya sekarang adalah adalah 70 orang. Say..
sekarang si A mendapat 38 suara, dan si B mendapat dukungan 32 suara,
which is A menang lagi. Tapi misal 30 orang itu berhasil di yakinkan
untuk milih dan ternyata 20 memilih B, maka si B yang akan menang
istead of A. see..how golput effect significantly to the result…

Jadi kalau.. one of you have such a belief (like me) that golput adalah
tidak ikut-ikut, cuek, or do nothing…kayaknya kurang tepat.
Sepertinya do nothing adalah actually do things.

Jadi (lagi)  kayaknya saya harus koreksi diri dan bersiap-siap untuk memilih partai yang baikhati deh tahun depan..:)

salam,

~w~

musim

Seringkali saya sering ditanya sama teman "musim apa?", saat ini ingin saya jawab musim panas as it  should be..bulan July, tapi kenyataannya tidak. Memang,  bulan April sampai agustus harusnya summer..dibahasakan jadi musim panas, tapi kenyataannya tidak panas sama sekali..maka sebenarnya saya bisa jawab musim hujan..karena memang pada kenyataanya  banyak hujan. Tapi kenapa tidak disebut musim hujan, ya?

Kalo dipikir pikir, penamamaan musim di Indonesia dengan di sini agak berbeda, contohnya tadi,  meski banyak hujan pada bulan april-agustus tetap tidak disebut sebagai musim hujan, maka saya kira penamamaan musim di sini, untuk negara empat musim..berbeda dengan di Indonesia

Mungkin kalo di Indonesia, penamamaan musim di sesuaikan dengan kuantitas tertentu..misal kalo banyak hujan disebut musim hujan…kalo banyak durian disebut musim durian..kalo banyak orang kawin disebut musim kawin..di disini kayaknya ya.. meski pada panen strawbery.atau banyak orang makan buah itu.. keknya belum dengar deh ada something like…strawbery session! :)

Kayaknya di sini, penamaan musim dimulai di musim dingin, karena waktu itu adalah waktu dingin-dinginnya…lalu kebalikan dari dingin adalah panas, maka ada musim panas, (meski nggak panas,dan banyak hujan tetep disebut summer..) lalu kalo daun tumbuh disebut semi..maka ada musim semi..kebalikan dari semi adalah..gugur…maka ada musim gugur..tapi itu cuma mungkin loh yak..

Sekarang  balik ke Indonesia . lucu kali ya kalo penamamaan musim tak disesuaikan kuantitasnya..atau coba deh import penamamaan..kalo di Negara kita yang namanya kemarau itu benarbenar  panas kan? Dan juga benar-benar tak ada hujan so  rasanya pantas kalo nama musim kemarau diganti musim panas…maka ada musim panas dan musim hujan..eh asyik kan orang-orang  Surabaya atau orang Jakarta kalo musim hujan jadinya bisa bilang begini “musim panas nanti liburan ke Bali ah!”.  Ini jelas lebih menggemburikan daripada berita di Koran “musim kemarau yang panjang menyebabkan stok bahan pangan menipis”

P.S.
Tulisan waiting session ini …benar benar menjemukan! Hanya karena kangen ngeblog

pertanyaan berikutnya …

Udah makan?
Ah, seingat saya, saya sudah pernah mengatakan bahwa saya tidak suka membalas SMS itu. Sebab pertanyaan seperti itu akan sulit saya jawab, jika saya jawab sudah, kamu akan berkata, “Ah makan  roti kok dibilang
makan.” Iya saya tahu yang kamu maksud makan selalu saja harus nasi. Sebab selama saya tahu paling tidak kamu makan dua kali sehari dan harus memakan nasi. Meskipun kamu menghabiskan tiga porsi
roti bakar di pinggir jalan itu, kamu akan selalu bilang belum makan. Maka setiap paginya kamu akan mampir ke warung pecel pinggir jalan saat berangkat ke  kantor.

Kamu suka sama aku?
Aduh! Apalagi ini saya mungkin berulang kali bilang bahwa kata suka, sayang dan cinta punya nalar yang berbeda-beda dan sangat tergantung siapa yang mengatakannya. Kamu pernah dengar cerita saya yang itu bukan? Cerita seorang lelaki yang tinggal di belakang rumah saya. Suatu waktu istrinya menemukan laki-laki itu tidur di hotel bersama perempuan lain lalu laki-laki itu mengatakan “Iya saya sayang sama kamu, Ma. Tapi saya juga suka sama perempuan ini makanya saya
selingkuh sama dia.” Lalu cerita seorang perempuan yang tinggal di samping rumah saya. Bulan yang lalu perempuan itu masih bingung sebab ia mulai sayang dengan teman kerjanya, tapi katanya lagi ia juga cinta pada suaminya. Tentu saja. Beberapa hari yang lalu saat saya bertemu perempuan itu di mall dia bilang, “Kamu tahu, ternyata selingkuh memang benar-benar indah.” Gara gara nalar cinta-suka-sayang yang berbeda-beda  itu kata selingkuh sering jadi penengahnya.


Waktu pulang,kamu ketemu TKI di pesawat, nggak?

Ini lagi! Saya bingung dengan pertayaan ini. Saya mau jawab iya, pasti kamu akan bilang tidak. Sebab saat pulang itu memang saya bertemu pegawai Siemens di pesawat, bukannya mereka TKI? Karena menurut saya semua pekerja laki-laki di luar negeri bisa disebut TKI-Tenaga Kerja Indonesia-bukan begitu? Jika saya jawab seperti itu kamu
pasti akan menyangkal, karena menurutmu yang disebut TKI adalah laki-laki bekerja sebagai sopir tukang  atau tukang bangunan dan bukan di sektor terdidik. Kamu akan jelaskan lagi bukti tambahan, bahwa mereka akan keluar lewat terminal khusus TKI di Sukarno-Hatta. Iya memang mereka tidak pakai jalur khusus itu. Kamu benar. Tapi saya bingung kenapa tidak? Kenapa eggak disamakan saja, paling tidak kita tak usah berdebat lagi. Atau menyamakannya sama dengan menghapus strata yang begitu dominan dalam kemanusiaan kita?

Jadi itulah sulitnya bahasa indonesia dengan pengguna Indonesia. .

Oke kalo gitu, marilah kita bicara dengan bahasa lain.

Bahasa yang lain. Maksudmu?

Bahasa yang tak perlu ditulis lewat baris-baris SMS. Tak perlu suara
saat mengatakannya, tak perlu intonasi. Tidak akan pernah kau jumpai sinonim
ataupun homonim apalagi aturan gramatikal. Bahasa yang bisa secara presisi mengatakan bahwa satu kotak kubus
mempunyai enam sisi berwarna biru.

Hah!? Memang ada?

Iya makanya marilah kita berdua mencari. Sebab, pertanyaan
berikutnya hanyalah tentang…

****

~W~

Next Page »