Archive for February, 2007

refleksi..

Ceritanya dimulai dari kejadian di sebuah kapal nelayan, seorang pemuda terbangun, setelah tak sadarkan diri cukup lama, namun setelah itu dia malah kebingungan, karena dia sendiripun tidak tahu siapa namanya dan siapakah dirinya. Beruntunglah dia masih menemukan suatu kode laser yang tersimpan dalam tubuhnya, yang merupakan kode sebuah deposit  bank di Zurich. Ketika sampai disana dan membuka box depositnya ia malah kebingungan karena ternyata ada banyak passport yang ia miliki yang kesemuanya tertempeli photonya dengan nama yang berbeda beda, mana yang asli, dia pun nggak tahu. Cerita berikutnya adalah sebuah pencarian jati diri pemuda itu.

Mungkin itulah tema utama film  “Bourne Identity” film yang tidak baru, tapi memberikan nuansa lain, karena mengingatkan saya betapa pentingnya nilai sejarah dalam kehidupan seseorang, bagaimanapun peristiwa masa lalu, dan apapun yang terjadi di masa lalu menjadi sangat penting untuk melangkah menuju masa depan.

Ketika masih baru lahir seorang bayi manusia hanya memiliki kemampuan esensial kehidupan dalam otaknya, bahkan ia belum bisa membedakan warna, atau berbahasa, sehingga menurut beberapa orang semacam Danah Zohar, (SQ, 2000) menjadi penting untuk memberikan stimulus-stimulus positif kepada bayi lahir. Disinilah timbul pula beberapa asumsi bahwa bakat bisa diciptakan, bukan dilahirkan. Bahkan menurut Sigmund Freud, manusia adalah korban sejarah kehidupan nya pada limatahun pertama. Sehingga mungkin  bisa dibayangkan bahwa hidup adalah lahir akibat dari masa lalu, dan  sepertinya nampak logis.

Waktu di SD, waktu  di SMA, waktu di kampus, waktu dua jam tadi ketemu dengan seseorang adalah masalalu. Dan tampaknya pula semua akan menjadi masa lalu, beberapa orang beranggapan bahwa hidup ini cuman beberapa detik, sisanya adalah angan-angan, angan-angan akan masalalu, dan angan angan masa depan. Bedanya cukup significant kalo masa lalu adalah memang sudah 100% terjadi, sedangkan masa depan belum tentu terjadi.

Kelebihan manusia dengan makluk lain, adalah kemampuan untuk berpikir mengkaitkan masa lalu dengan masa depan. Berpikir akan sebab dan dapat meprediksi akibat apa yang terjadi, maka tidak heran kalo manusia adalah makluk yang paling sukses dalam rangka survive di muka bumi ini.

Banjir bandang, tanah longsor, kecelakaan transportasi merupakan catatan sejarah yang rutin bagi bangsa kita. Sayang sekali seringkali sejarah hanyalah tinggal sejarah.Tidak mudah memang mengubah sejarah menjadi bahan penting untuk menciptakan sejarah baru, butuh “value” dan sebuah “niat” yang “baik”. Dan bagi saya dua hal itulah yang sangat penting untuk menciptakan sebuah society yang lebih baik. Sehingga sejarah buruk di negeri kita tidak  akan berulang. Wallahu’alam

(Warno)