pertanyaan berikutnya …
Udah makan?
Ah, seingat saya, saya sudah pernah mengatakan bahwa saya tidak suka membalas SMS itu. Sebab pertanyaan seperti itu akan sulit saya jawab, jika saya jawab sudah, kamu akan berkata, “Ah makan roti kok dibilang
makan.” Iya saya tahu yang kamu maksud makan selalu saja harus nasi. Sebab selama saya tahu paling tidak kamu makan dua kali sehari dan harus memakan nasi. Meskipun kamu menghabiskan tiga porsi
roti bakar di pinggir jalan itu, kamu akan selalu bilang belum makan. Maka setiap paginya kamu akan mampir ke warung pecel pinggir jalan saat berangkat ke kantor.
Kamu suka sama aku?
Aduh! Apalagi ini saya mungkin berulang kali bilang bahwa kata suka, sayang dan cinta punya nalar yang berbeda-beda dan sangat tergantung siapa yang mengatakannya. Kamu pernah dengar cerita saya yang itu bukan? Cerita seorang lelaki yang tinggal di belakang rumah saya. Suatu waktu istrinya menemukan laki-laki itu tidur di hotel bersama perempuan lain lalu laki-laki itu mengatakan “Iya saya sayang sama kamu, Ma. Tapi saya juga suka sama perempuan ini makanya saya
selingkuh sama dia.” Lalu cerita seorang perempuan yang tinggal di samping rumah saya. Bulan yang lalu perempuan itu masih bingung sebab ia mulai sayang dengan teman kerjanya, tapi katanya lagi ia juga cinta pada suaminya. Tentu saja. Beberapa hari yang lalu saat saya bertemu perempuan itu di mall dia bilang, “Kamu tahu, ternyata selingkuh memang benar-benar indah.” Gara gara nalar cinta-suka-sayang yang berbeda-beda itu kata selingkuh sering jadi penengahnya.
Waktu pulang,kamu ketemu TKI di pesawat, nggak?
Ini lagi! Saya bingung dengan pertayaan ini. Saya mau jawab iya, pasti kamu akan bilang tidak. Sebab saat pulang itu memang saya bertemu pegawai Siemens di pesawat, bukannya mereka TKI? Karena menurut saya semua pekerja laki-laki di luar negeri bisa disebut TKI-Tenaga Kerja Indonesia-bukan begitu? Jika saya jawab seperti itu kamu
pasti akan menyangkal, karena menurutmu yang disebut TKI adalah laki-laki bekerja sebagai sopir tukang atau tukang bangunan dan bukan di sektor terdidik. Kamu akan jelaskan lagi bukti tambahan, bahwa mereka akan keluar lewat terminal khusus TKI di Sukarno-Hatta. Iya memang mereka tidak pakai jalur khusus itu. Kamu benar. Tapi saya bingung kenapa tidak? Kenapa eggak disamakan saja, paling tidak kita tak usah berdebat lagi. Atau menyamakannya sama dengan menghapus strata yang begitu dominan dalam kemanusiaan kita?
Jadi itulah sulitnya bahasa indonesia dengan pengguna Indonesia. .
Oke kalo gitu, marilah kita bicara dengan bahasa lain.
Bahasa yang lain. Maksudmu?
Bahasa yang tak perlu ditulis lewat baris-baris SMS. Tak perlu suara
saat mengatakannya, tak perlu intonasi. Tidak akan pernah kau jumpai sinonim
ataupun homonim apalagi aturan gramatikal. Bahasa yang bisa secara presisi mengatakan bahwa satu kotak kubus
mempunyai enam sisi berwarna biru.
Hah!? Memang ada?
Iya makanya marilah kita berdua mencari. Sebab, pertanyaan
berikutnya hanyalah tentang…
****
~W~
believe it or not.. di indonesia, saya merasa saya bergaul cukup baik dengan golongan TKI yang disebut di posting. saya sering berjamaah dengan mereka. nggak ada bedanya. tapi tetap, ketika masih di indo, mereka TKI, saya ya saya.
berbeda rasanya ketika saya berada disini dan bertemu mereka, atau menghabiskan waktu transit di airport bersama mereka, saya dan mereka, kami orang indonesia. rasanya lebih hangat. i’ll get hurt when they hurt.
i wonder when will i feel that we’re the people of the world.