musim
Seringkali saya sering ditanya sama teman "musim apa?", saat ini ingin saya jawab musim panas as it should be..bulan July, tapi kenyataannya tidak. Memang, bulan April sampai agustus harusnya summer..dibahasakan jadi musim panas, tapi kenyataannya tidak panas sama sekali..maka sebenarnya saya bisa jawab musim hujan..karena memang pada kenyataanya banyak hujan. Tapi kenapa tidak disebut musim hujan, ya?
Kalo dipikir pikir, penamamaan musim di Indonesia dengan di sini agak berbeda, contohnya tadi, meski banyak hujan pada bulan april-agustus tetap tidak disebut sebagai musim hujan, maka saya kira penamamaan musim di sini, untuk negara empat musim..berbeda dengan di Indonesia
Mungkin kalo di Indonesia, penamamaan musim di sesuaikan dengan kuantitas tertentu..misal kalo banyak hujan disebut musim hujan…kalo banyak durian disebut musim durian..kalo banyak orang kawin disebut musim kawin..di disini kayaknya ya.. meski pada panen strawbery.atau banyak orang makan buah itu.. keknya belum dengar deh ada something like…strawbery session!
Kayaknya di sini, penamaan musim dimulai di musim dingin, karena waktu itu adalah waktu dingin-dinginnya…lalu kebalikan dari dingin adalah panas, maka ada musim panas, (meski nggak panas,dan banyak hujan tetep disebut summer..) lalu kalo daun tumbuh disebut semi..maka ada musim semi..kebalikan dari semi adalah..gugur…maka ada musim gugur..tapi itu cuma mungkin loh yak..
Sekarang balik ke Indonesia . lucu kali ya kalo penamamaan musim tak disesuaikan kuantitasnya..atau coba deh import penamamaan..kalo di Negara kita yang namanya kemarau itu benarbenar panas kan? Dan juga benar-benar tak ada hujan so rasanya pantas kalo nama musim kemarau diganti musim panas…maka ada musim panas dan musim hujan..eh asyik kan orang-orang Surabaya atau orang Jakarta kalo musim hujan jadinya bisa bilang begini “musim panas nanti liburan ke Bali ah!”. Ini jelas lebih menggemburikan daripada berita di Koran “musim kemarau yang panjang menyebabkan stok bahan pangan menipis”
P.S.
Tulisan waiting session ini …benar benar menjemukan! Hanya karena kangen ngeblog