memahami, mengerti atau mengetahui atau?

Mungkin agak klasik, atau agak umum dijumpai bahwa ada suatu pendapat; keberagamaan seseorang i.e. pernyataan seseorang menganut agama, atau percaya Tuhan tidak serta merta berbuah pada perilaku. Maka sering kali arahnya, atau jawaban kita adalah mereka (some of them) tidak memahami maksud dari keberagamaan itu. Lalu ada juga kasus dimana pengetahuan agama seseorang tidak berbanding lurus (atau exponential?), tapi malah mengarah pada perbandingan terbalik. Entahlah tidak serta merta menjadi pasti apakah hal seperti itu benar adanya atau itu hanya media saja yang terlalu bersuara. Maka Saya tidak akan bertanya tanya kenapa bisa terjadi seperti itu atau apa solusinya tapi saya lebih tertarik ke perbedaan kata memahami, mengerti atau mengetahui, yang insyaallah berhubungan sekali dengan yang saya maksud dengan ke-Tuhanan tadi.

Namun sebelumnya lebih baik saya mengucapkan terimakasih lebih dahulu kepada diknas yang membangun situs ini.

Jadi inilah kutipan arti dari kata

me·ma·hami v 1 mengerti benar (akan); mengetahui benar: ia ~ bahasa dan kebudayaan Arab; 2 memaklumi; mengetahui: pemimpin harus dapat ~ kehendak rakyat;

er·ti n arti;
meng·er·ti v (telah dapat) menangkap (memahami, tahu) apa yg dimaksud oleh sesuatu; paham: rupanya ia tidak ~ maksud perkataan itu; berkali-kali diajar, belum ~ juga;

me·nge·ta·hui v 1 memaklumi; menyaksikan; tahu akan: kami belum ~ apa sebabnya dia tidak datang; 2 tahu dng menilik ciri-ciri (tanda-tanda dsb); mengenal: saya ~ Ali dr suaranya; 3 menyadari; menginsafi: dia belum ~ bahwa pencuri itu sudah berada di kamarnya;
tidak ~ daratan lagi, ki
tidak sadar lagi;

Jadi saya dapat make a concluding remarks bahwa memahami itu adalah mengerti suatu maksud, dan mengerti suatu maksud mempunyai atribute pengetahuan, dan pengetahuan dibangun dari pengalaman. Urutannya menurut saya begini.

mengalami–>mengetahui–>mengerti–>memahami

Di sana dapat dilihat bahwa, pengalaman adalah atribut penting dalam pemahaman. Yang kedua pengetahuan diperlukan agar seseorang bisa mengerti tentang pengalaman yang telah didapat. Mungkin di sinilah pentingnya, atau fungsinya atau manfaatnya beribadah itu, mencari suatu pengalaman. Tetapi menurut saya lagi pengalaman tidak serta merta dari ibadah down-up kepada Tuhan saja, melainkan pengalaman pengalaman lain dalam hidup termasuk pengalaman bertemu, bergaul dengan variasi karakter.

Melihat keterkaitan antara pengalaman dan pemahaman, dapat juga diduga bahwa pengalaman, atau pengetahuan seseorang tidak serta merta berbuah pemahaman. Seperti banyak diketahui bahwa pengalaman lebih berasosiasi ke action (tindakan) maka gagal memahami berarti tidak berhasil membuat suatu actian berdasarkan pemahamannya.

So, pengalaman yang luas, pengetahuan luas, pengertian yang luas, tidak serta merta menjadikan seorang  berperilaku baik (gagal memahami). tapi juga pemahaman tidak serta merta didapat tanpa pengetahuan dan pengalaman.

Jadi sepertinya siklus berlangsung juga dalam hal ini. Dan semoga kita bukan bagian dari orang yang gagal memahami tadi.

salam

w…



No Comment

No comments yet

Leave a Reply