eligible oh eligible

Dalam mimpi saya yang sedang bermimpi, saya bertemu dengan adiknya teman saya. Oh bukan..pokoknya saya seperti mengenal dia. Karena dirinya merasa sungguh sangat muda, dia memanggil saya Om. Perempuan. Nama depannya  Sin dengan nama keluarga  yang tidak boleh saya sebutkan  di sini. Sin memang agak sial sebab orang tuanya tak pernah mengerti bahwa Sin adalah frasa Inggris dengan terjemahan  Indonesianya dosa. Anyway suatu saat saya akan bahas namanya ini lebih panjang lagi.  Yang saya mau cerita di sini adalah tentang mimpi berlapis saya tadi malam.

Sin bertanya kepada saya, “Om, gimana caranya milih istri?”

“Hush, Aku belum beristri. Nggak tahu kali!”

“Tapi kan, Om. Paling tidak pernah  baca buku, atau dengerin ceramah Aa, atau Apalah gitu.”

Dia ngotot. Lalu saya carikanlah sumbernya di paman Google tercinta. Ketemulah saya dengan salah satu website yang menulis tentang hal tersebut, adalah sebuah terjemahan dari salah satu buku yang ditulis ulang pada suatu laman.

Maka saya bilang kepadanya , “Ini dia, Nduk”. Gara gara dia manggil saya “Om” yang seharusnya Cak atau Mas, atau Kakak, maka saya panggil di Gendhuk (Panggilan untuk anak perempuan di Jawa).

“Dengerin baik-baik saya bacakan, inilah dia caranya memilih istri. Eh omong-omong  untuk apa sieh nanya-nanya”

“Udahlah Om….Lanjut!”

“Okey…Jadi ini”

Quote-

Pertama, yang paling penting di antaranya, adalah kesucian akhlak. Jika seseorang mempunyai istri yang berakhlak tidakbaik dan ia tetap diam, ia mendapatkan nama jelek dan terhambat kehidupan keagamaannya. Jika ia angkat bicara, hidupnya menjadi rusak. Dan bila ia ceraikan istrinya, ia akan menderita kepedihan perpisahan. Seorang istri yang cantik tapi berakhlak buruk adalah bencana yang sedemikian besar, sehingga lebih baik bagi suaminya untuk menceraikannya. Nabi saw. bersabda; “Orang yang mencari istri demi kecantikannya atau kekayaannya akan kehilangan keduanya.”

Sifat baik kedua dalam diri seorang istri adalah tabiat yang baik. Istri yang bertabiat buruk - tidak berterima kasih, suka bergunjing atau angkuh - membuat hidup tak tertanggungkan dan merupakan halangan besar untuk menjalin kehidupan takwa.

Sifat ketiga yang harus dicari adalah kecantikan, karena hal ini akan menimbulkan cinta dan kasih sayang. Oleh karena itu, seseorang mesti melihat seorang wanita sebelum mengawininya.  Orang bijak berkata bahwa seseorang yang mengawini seorang wanita tanpa melihatnya lebih dulu, pasti akan menyesal kelak. Memang benar bahwa seseorang tidak seharusnya kawin demi kecantikan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa kecantikan mesti dianggap tidak penting sama sekali.

Hal penting keempat tentang seorang istri adalah bahwa besarnya mahar dibayarkan oleh seorang laki-laki kepada istrinya mesti dalam jumlah pertengahan. Nabi saw. bersabda: “Wanita yang paling baik untuk diperistri adalah yang maharnya kecil dan nilai kecantikannya besar.” Beliau sendiri memberi mahar kepada beberapa calon istrinya sekitar sepuluh dirham, dan mahar putri-putri beliau sendiri tidak lebih daripada empat ratus dirham.

Sifat-sifat lain yang harus dimiliki seorang istri yang baik adalah: berasal dari keturunan baik-baik, belum kawin sebelumnya dan tidak terlalu dekat dalam hubungan kekeluargaan dengan suaminya. -End quote

“Jadi itu..Nduk syarat-syaratnya menjadi istri Om… Oh maksudku  calon istri yang eligible”

“Jadi harus cantik, baik akhlaknya, dan dari keturunan baik-baik..ermmm!?”

“Halah, dengerin yang baik toh, Nduk. Cantik itu penting tapi bukan pertimbangan utama”

“Kayak politikus ajah si Om ini”

“Bukan emang begitu, kalo menurutku, ya. Yang terutama adalah Behave -akhlak-”

“Okey ..Tapi, btw btw..Om ini sudah calon suami yang eligible blom, ya..?”

“HUSH……..”

Terbangunlah saya dari tidur.

************

Hbrg. 291108

Fiksi dengan Quote dari “Kimia Kebahagiaan” karya Imam Al-gazhali

simple-sederhana, dan ya seperti itu…

Agak mengherankan juga memang bahwa hidup ini, termasuk hukum hukumnya bisa diformulasikan dalam suatu , prinsip, bentuk, atau pengertian yang hanya sederhana. Contoh yang paling terkenal adalah E equal to m time c kuadrat-nya Einstein. Energy setiap benda setara dengan massanya dikalikan kuadrat dari kecepatan cahaya. Simple. Konsekuensinya bukan main luar biasa, bisa menghancurkan Nagasaki dan Hiroshima dan menjadikan Amerika bangsa yang angkuh sampai sekarang. Tapi sebagian kalian mungkin tidak akan mengira bahwa untuk menurunkan (menghasilkan) persamaan itu, bukannya sesuatu yang mudah. Kalau tidak percaya pergilah ke sini. :), dan rasakan betapa tidak nyamannya upaya memahami sesuatu yang (sesungguhnya) tidaklah sangat complex itu.

Selain equation itu, masih banyak juga dalam fisika dimana kerumitan jika berhasil dipahami  sesungguhnya adalah kesederhanaan. Jadi kerumitan pada dasarnya adalah kesederhanaan yang belum diketahui. Atau dengan kata lain, kerumitan sering ditemukan dalam upaya memahami. Kalau sudah mengerti dan paham, paling arek suroboyo kayak saya akan bilang “Eh..ngono tok, toh”. Atau lebih ke barat “Hah, cuman gitu ajah”.

Okey sejenak saya akan pindah ke cerita tadi siang, di mana saya sholat Jumat di suatu masjid Turky (bukan di Turky :))… Sekitar dua tahun yang lalu saya merasa masjid itu tidak seramai saat sekarang. Iya, Sekarang ini sangat ramai sekali. Begitu ramainya sampai seringkali para lelaki harus menggusur (menggunakan) tempat yang seharusnya digunakan beberapa remaja perempuan…(entah untuk apa remaja itu berada di situ  pada jumat siang).

Ada dua hal yang menarik di sana: Pertama, tentu berkait kenapa jumlah jamaahnya semakin banyak; menyangkut hal ini saya mengajukan dua kemungkinan alasan yaitu: banyak orang tobat atau bertambahnya pemeluk islam. Mana yang menjadi alasan utama tentu saya tidak tahu pasti. Jadi, mari melangkah saja ke hal menarik berikutnya.

Adalah, dari sebuah experiment pikiran. Coba bayangkan kalo Tuhan juga mewajibkan perempuan untuk sholat Jum’at. Pasti masjid itu bakalan lebih ramai, tidak akan muat. Oke sekarang kita bawa bayanyan seperti itu ke Indonesia. Coba bayangkan kalau perempuan juga diwajibkan sholat jum’at apa yang terjadi di masjid-masjid pada jumat siang. Apa yang terjadi dengan Mall (Kasihan kan para pelanggan kalo mall harus tutup pada jumat siang..LOL). Tidak.  Lebih utama tentu soal betapa tidak efectivenya masjid yang tentu harus cukup besar, tapi hanya digunakan jumat saja.

Jadi, kenapa perempuan tak diwajibkan sholat jum’at?. Alasan sesungguhnya jelas milik Allah. Tapi dalam frame pikiran manusia bukannya simple sangat. Sederhana saja! Itu  mempermudah manusia sendiri. Effectiveness. (may be you have other arguments, hadist atau lainnya which is I dont know, I am happy if you could send me)

“Bagaimana dengan hak perempuan untuk sama di muka Tuhannya, Jumatan saja perempuan tak diwajibkan, kok pilih kasih sekali rasanya ya!”

Bukannya complicated sekali pernyataan di atas ya. Padahal sesunguhnya sesederhana yang saya duga di atas. Ya lebih efektif dunk (titik). Hal-hal yang seperti ini analog sekali dengan dengan persamaan fisik E=MC2 tadi, dimana sesuatu yang complicated sebenarnya adalah sangat sederhana juga. Tergantung berhasil apa tidak kita menemukan kesederhanaan itu, memahami kesederhanaan itu. Jika berhasil, I personally beleive that life is actually so simple.

Contoh lain yang berkait adalah (misalnya) masalah poligami.

simplenya : Jika kalian bisa adil (wahai para  lelaki yang baik) kalian boleh menikah lebih dari satu, jika tidak, ya satu saja. (titik).

Apa yang complicated  di situ. :))???

salam

w…