pada akhirnya, jangan jatuh cinta
Ketika itu ada dua pemuda , umurnya dua puluhan, sedang duduk di sebuah bangku taman tempat mereka belajar tentang suatu mata kuliah yang sulit. Mereka berdua hampir putus asa, tapi ada senior datang ke meja mereka, adalah senior yang sudah bekerja di perusahaan multi nasional yang lagi liburan. Petuah yang teringat..work hard and you will happy at the end. Kedua mahasiswa itu tak tanpa sadar terobsesi oleh…you will happy at the end..karena kerja keras akan menghasilkan karir bagus…karir yang mulus adalah multinational atau perusahaan national yang yang terkenal, bonafit, banyak orang pintar di sana (meski pintar mungkin hanya soal nasib baik), kuliah luar negeri.
Pada malam ini, setelah lelah baca berita-berita politik, one those students stuck at this news.
Burhanuddin Abdullah, enam puluh tahun lebih, karir yang mencengangkan sarjana pertanian, kerja di Unilever, master di Amrik, lalu kerja di IMF dan pada akhirnya jadi pejabat kelas atas BI, recently, gubenur BI dan kini ia menghadapi 8 tahun tuntutan penjara..simply karena keputusan yang salah” di sini
Ya, tentu saya tidak tahu apakah pak Burhanudin lagi bahagia dengan tuntutan itu, dalam ukuran saya tua dalam penjara adalah tidak menyenangkan. Apalagi setelah karir ynag setinggi bintang, simply seperti meminum jamu pahit setelah pesta minum sari buah.
Dan tidak hanya sedikit, banyak manusia yang jatuh pada jalur yang sama. Kesuksesan masa muda tak menggambarkan sepenuhnya akhir cerita.
Sepertinya bagi manusia harus ada hal lain setelah; karir yang bagus, jabatan tinggi, nama harum di koran nasional, nasib yang selalu beruntung.
seuatu yang rumit untuk dijaga, yaitu tidak terlalu jatuh cinta pada semua itu.
salam
w…
Comments(2)